Juara Duta Pendidikan Di Tolak PPDB SMAN 1 Bukit Kemuning, Wali Murid Adukan Ke DPP KWIP

Sharing is Caring :

LAMPUNG UTARA :

Orang tua calon siswa mengadukan permasalahan pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) SMAN 1 Bukit Kemuning ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komite Wartawan Indonesia Perjuangan (KWIP), Selasa (20-6-23).

Dikediamannya, wali murid, Gusna Idris, mempertanyakan permasalahan terkait pendaftaran PPDB online, jalur prestasi yang dialami putrinya, Rasya Kasih Aziza.

Rasya, yang merupakan alumni SMPN 1 Bukit Kemuning, memiliki prestasi di bidang akademik. Dia meraih juara 2, Duta Pendidikan Spansa, tingkat kecamatan.

“Untuk nilai raport, putri kami, Rasya, juga tidak mengecewakan” tutur Gusna.

Selain di bidang akademik, torehan prestasi, Rasya, juga di bidang non akademik. Dia mendapatkan piagam penghargaan, Lomba Fashion Show, busana modifikasi tapis Lampung 2022, bidang ekonomi kreatif Disporapar Kabupaten Lampung Utara, mendapat juara harapan 3 putri.

Sebagai Gitapati, lomba drum band dan mayoret tingkat SMP dalam rangka memperingati HUT RI-77 tahun 2022 yang diselenggarakan Purna Paskibraka Indonesia Kecamatan Bukit Kemuning, dia terpilih sebagai Gitapati terbaik.

” Rasya, juga aktif dikegiatan seni tari dan pernah di bawa pihak kabupaten untuk mempersembahkan tari tradisional saat Lampung Fair” tuturnya.

Hanya saja, saat mendaftar PPDB online jalur prestasi di SMAN 1 Bukit Kemuning, di tolak pihak sekolah dan sebagai orang tua, dia sangat kecewa.

“Torehan prestasi yang di raih, Rasya, dengan susah payah itu seakan sia-sia dan sebagai orang tua mempertanyakan kriteria prestasi apa yang layak untuk dapat di terima di SMAN 1 Bukit Kemuning” tuturnya dengan nada kecewa.

Berita-indonesia.com

Situs berita online Indonesia yang menyajuikan berita terbru dan terpercaya yang diambil dari berbagai sumber yang berkompeten di bidang jurnalistik

Author: Berita-indonesia.com

Situs berita online Indonesia yang menyajuikan berita terbru dan terpercaya yang diambil dari berbagai sumber yang berkompeten di bidang jurnalistik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *